Saudara Pustaka

APPTNU Dorong Transformasi Perpustakaan Berdampak melalui AI, Inovasi Layanan, dan Penguatan Literasi Masyarakat

Malang, 15 Januari 2026 — Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APPTNU) menyelenggarakan Seminar, Workshop, dan Musyawarah Nasional (Munas) III APPTNU di Universitas Islam Malang (UNISMA). Kegiatan ini menjadi forum strategis nasional bagi pustakawan PTNU dalam merespons transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta penguatan peran sosial perpustakaan. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 75 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung tema “Transformasi Perpustakaan Perguruan Tinggi: Peran Strategis Pengembangan Perpustakaan Berdampak”, kegiatan ini menegaskan bahwa perpustakaan perguruan tinggi berperan sebagai pusat pembelajaran aktif, penjaga etika akademik, dan agen pemberdayaan masyarakat. Kegiatan dibuka oleh Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., Rektor UNISMA, dan Keynote Speech oleh Prof. H. Ainun Na’im, Ph.D., Ketua LPTNU, yang menekankan pentingnya inovasi perpustakaan yang selaras dengan nilai ke-NU-an dan tata kelola kelembagaan.

Dalam sesi seminar, Dr. Labibah Zain, M.LIS (UIN Sunan Kalijaga) menyoroti pentingnya pemanfaatan AI secara humanis dalam layanan perpustakaan. AI diposisikan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas layanan, aksesibilitas, dan penelusuran informasi, dengan tetap menempatkan pustakawan sebagai penjaga nilai, etika, dan konteks kemanusiaan. Sementara itu, Fawaidul Badri, S.Kom., MT. (UNISMA) menekankan urgensi etika, kebijakan, dan good governance dalam pemanfaatan AI di perpustakaan perguruan tinggi. Ia menyoroti perlunya pedoman yang jelas agar pemanfaatan teknologi tidak mengabaikan integritas akademik, privasi, dan tanggung jawab institusional.

Pada sesi Best Practice menghadirkan Erlangga Setya Budi, S.AP, yang memaparkan inovasi Perpustakaan dan Kearsipan UNISMA dalam mengintegrasikan transformasi digital dan pengabdian masyarakat. Salah satu inovasi unggulan adalah PRISMA AI Agent, asisten virtual berbasis AI yang dikembangkan secara mandiri dengan teknologi open source dan dikelola secara on-premise. PRISMA mendukung layanan informasi, penelusuran berbasis makna, serta kegiatan riset, dan berhasil meraih Juara II East Java Academic Library Innovation Award (EVALIA) 2025.

Selain inovasi digital, Perpusip UNISMA juga menegaskan peran sosial perpustakaan melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Saudara Pustaka, sebuah inisiatif literasi berbasis komunitas yang digagas oleh salah satu pustakawannya, Khoirul Anwar, S.IPust. TBM yang berdiri sejak 2020 di Desa Karangduren, Kabupaten Malang ini mengembangkan berbagai program, seperti bimbingan belajar, 1 Minggu 1 Cerita, kelas literasi digital, kelas tematik, serta pelestarian budaya lokal, yang berfokus pada peningkatan minat baca dan pemberdayaan masyarakat desa. Ke depan, TBM Saudara Pustaka diarahkan bertransformasi menjadi Pusat Pembelajaran Masyarakat (PUSPAS) berbasis teknologi yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Munas III APPTNU dan Estafet Kepemimpinan

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Musyawarah Nasional (Munas) III APPTNU sebagai forum konsolidasi dan peneguhan arah kebijakan organisasi. Munas menetapkan Siti Rozinah, S.Sos., M.Hum. sebagai Ketua APPTNU Periode 2026–2028, sekaligus menjadi simbol estafet kepemimpinan yang berkelanjungan.

Munas juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua dan Pengurus APPTNU Periode 2023–2025 atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Ke depan, APPTNU menegaskan fokus pada penguatan jejaring pustakawan PTNU, inovasi layanan perpustakaan, pemanfaatan teknologi secara etis, serta penguatan peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan ini, APPTNU bersama Perpusip UNISMA menegaskan bahwa perpustakaan adalah kata kerja, sebuah gerakan berkelanjutan untuk mencerdaskan, memanusiakan, dan memberdayakan umat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *