Saudara Pustaka

Festival Literasi TBM Saudara Pustaka Hadirkan Pembelajaran Kreatif, Budaya, dan Kepedulian Lingkungan bagi Anak-anak Desa

Kabupaten Malang, 26 Juli 2026 – Taman Baca Masyarakat (TBM) Saudara Pustaka bekerja sama dengan Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 13 sukses menyelenggarakan Festival Literasi di TBM Saudara Pustaka, Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Minggu (26/7). Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan literasi, kreativitas, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai aktivitas edukatif yang interaktif.

Festival Literasi ini merupakan bagian dari implementasi Program KKN Tematik Literasi 2026 Universitas Brawijaya yang didukung oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat budaya literasi di tingkat masyarakat.

Festival Literasi diikuti oleh puluhan anak usia sekolah dasar dan menengah pertama dari Desa Karangduren dan sekitarnya. Mengusung semangat “Belajar, Membaca, Berkarya, dan Berprestasi”, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berpusat pada kemampuan membaca, tetapi juga mendorong anak-anak berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, serta berani mengekspresikan ide melalui karya.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, serta sambutan dari Koordinator Desa MMD Universitas Brawijaya dan pengelola TBM Saudara Pustaka. Selanjutnya peserta mengikuti berbagai aktivitas literasi, mulai dari membaca mandiri cerita rakyat Malin Kundang, menyusun rangkuman bacaan, mempresentasikan hasil diskusi, membuat proyek kreativitas bertema “Tiga Tokoh Utama”, hingga menampilkan monolog berdasarkan adegan utama cerita tersebut. Selain itu, peserta juga mengikuti pembelajaran mengenai pengelolaan sampah melalui modul edukasi yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami. Kegiatan ditutup dengan refleksi pembelajaran, evaluasi, pengumuman penerima penghargaan, penyerahan hadiah, sesi foto bersama, serta penyampaian kesan dan pesan peserta.

Suasana Festival Literasi berlangsung penuh semangat. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari membaca, berdiskusi, berkreasi, hingga tampil di depan teman-temannya. Melalui pendekatan yang menyenangkan, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar membangun rasa percaya diri, bekerja sama, serta menghargai karya sendiri maupun karya orang lain.

Sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan hasil belajar peserta, panitia memberikan penghargaan kepada Juara I, Juara II, Juara III, Juara Harapan, serta Juara Favorit. Beragam hadiah edukatif, trofi, piagam penghargaan, dan bingkisan diserahkan kepada para pemenang. Momen pengumuman juara menjadi salah satu sesi yang paling dinantikan. Sorak gembira dan tepuk tangan memenuhi ruangan ketika nama-nama pemenang diumumkan. Banyaknya apresiasi yang diberikan semakin memotivasi anak-anak untuk terus membaca, berkarya, dan berprestasi.

Ketua pelaksana dari Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan berbasis literasi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan budaya membaca sekaligus mengembangkan kreativitas anak-anak. Literasi bukan hanya kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami, berpikir kritis, menyampaikan gagasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.”

Sementara itu, Khoirul Anwar, selaku pengelola TBM Saudara Pustaka, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa Universitas Brawijaya dan TBM Saudara Pustaka.

“TBM bukan hanya tempat membaca buku. Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang mampu menumbuhkan karakter, kreativitas, dan rasa percaya diri anak-anak. Kolaborasi dengan Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya membuktikan bahwa ketika kampus, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama, akan lahir pengalaman belajar yang bermakna bagi generasi muda.”

Di akhir kegiatan, Khoirul Anwar juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan TBM sebagai rumah belajar yang selalu terbuka.

“Anak-anak hebat, setelah acara ini selesai, kalian tetap boleh datang ke TBM Saudara Pustaka. Jangan menunggu ada festival atau perlombaan lagi. Di sini kalian bisa membaca buku, belajar bersama, mengerjakan tugas sekolah, bermain permainan edukatif, mengikuti berbagai kelas literasi, dan berkarya bersama teman-teman. Pintu TBM selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar. Kami berharap TBM menjadi rumah kedua bagi kalian, tempat tumbuhnya mimpi, kreativitas, dan masa depan. Karena belajar tidak hanya berlangsung saat ada acara, tetapi setiap hari.”

Keberhasilan Festival Literasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas literasi, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan dampak nyata bagi perkembangan anak-anak desa. Lebih dari sekadar sebuah kegiatan, Festival Literasi menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya membaca, memperkuat kreativitas, membangun karakter, serta menanamkan semangat belajar sepanjang hayat kepada generasi muda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *