Malang — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Saudara Pustaka kembali mencatatkan capaian membanggakan dengan terpilih sebagai delegasi dalam hasil penjaringan program Call for Ideas Bidang Program dan Kemitraan yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Forum TBM Nasional. Keterpilihan ini menjadi bentuk apresiasi atas inovasi yang diusung TBM Saudara Pustaka dalam mengembangkan model literasi berbasis komunitas yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan, tetapi juga pada keberlanjutan dan dampak sosial-ekonomi.
Sejalan dengan gagasan yang diusulkan, TBM Saudara Pustaka mengembangkan konsep transformasi menjadi Ruang Literasi dan Inkubasi Ekonomi Kreatif, di mana literasi tidak hanya menjadi aktivitas membaca, tetapi juga fondasi dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Model ini mengintegrasikan berbagai unit usaha produktif sebagai penopang keberlanjutan TBM, di antaranya:
- Unit edukasi dan literasi : bimbingan belajar dan mengaji Al-Qur’an
- Unit kreatif dan percetakan : melayani desain grafis, percetakan (banner dan dokumen), sertaproduk literasi seperti stiker, PIN/ gantungan kunci dan pembatas buku)
- Unit usaha kuliner : Camilan Pisang “MASAMRU”
Melalui pendekatan ini, TBM tidak lagi bergantung sepenuhnya pada donasi, melainkan bergerak menuju model bisnis sosial berbasis komunitas yang mampu menghasilkan dampak ekonomi sekaligus memperkuat budaya literasi. Sebagai tindak lanjut dari program Call for Ideas, TBM Saudara Pustaka akan mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transformasi Navigasi TBM: Merajut Budaya, Menumbuhkan Ekonomi Kreatif dan Membangun Kemitraan Strategis”. Forum ini menjadi ruang strategis bagi pegiat literasi dari berbagai daerah untuk merumuskan arah pengembangan TBM ke depannya.
Dalam forum tersebut, TBM Saudara Pustaka bersama peserta lainnya akan berkolaborasi untuk:
- Merajut dan melestarikan budaya literasi di masyarakat
- Menumbuhkan ekonomi kreatif berbasis literasi
- Membangun kemitraan strategis lintas sektor
Khoirul Anwar, pendiri TBM Saudara Pustaka, menyampaikan bahwa keterlibatan ini merupakan momentum penting dalam penguatan peran TBM di tingkat nasional.
“Melalui forum ini, kami ingin membawa praktik baik dari desa sekaligus mengembangkan TBM sebagai pusat inkubasi sosial-ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, TBM Saudara Pustaka juga telah menyiapkan strategi pengembangan berbasis komunitas dan digital, seperti penguatan branding, kolaborasi dengan sekolah dan UMKM, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace lokal untuk memperluas dampak program. Ke depan, melalui dukungan jejaring kemitraan dan program inkubasi, TBM Saudara Pustaka menargetkan menjadi model TBM mandiri yang tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan sosial. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, TBM Saudara Pustaka optimis dapat terus berkontribusi dalam membangun ekosistem literasi nasional yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
